Industri Film Bokep Jepang Kekurangan Aktor

views 5303 Kali dilihat
Industri Film Bokep Jepang Kekurangan Aktorby Eka Saputraon.Industri Film Bokep Jepang Kekurangan AktorIndustri film panas di Jepang kini sangat membutuhkan aktor pria untuk mengisi film dewasa. Ini mengingat jumlahnya yang kian sedikit, bahkan melebihi langkanya jumlah harimau Bengal. Keluhan itu diungkap oleh seorang aktor porno veteran Jepang yang disebut Shimiken. Dilansir dari laman Japan Today, Selasa, 16 September 2014, Shimiken yang juga dijuluki “Raja Aktor Film Dewasa” […]

Industri film panas di Jepang kini sangat membutuhkan aktor pria untuk mengisi film dewasa. Ini mengingat jumlahnya yang kian sedikit, bahkan melebihi langkanya jumlah harimau Bengal.

Keluhan itu diungkap oleh seorang aktor porno veteran Jepang yang disebut Shimiken. Dilansir dari laman Japan Today, Selasa, 16 September 2014, Shimiken yang juga dijuluki “Raja Aktor Film Dewasa” itu menuliskan keluhan langkanya jumlah aktor Negeri Sakura di akun Twitter @shimiken.

Industri Film Bokep Jepang Kekurangan Aktor

Industri Film Bokep Jepang Kekurangan Aktor

“Setiap hari saya nyaris bertemu orang yang sama di dalam setiap skenario,” tulis dia.

Dia menyebut, saat ini hanya ada sekitar 70 aktor film dewasa. Bandingkan dengan jumlah aktris yang mencapai 10 ribu orang. Sementara, para aktor ini, ujar Shimiken harus melakukan pekerjaan berat untuk tampil secara rutin di beberapa film.

“Dalam beberapa kasus pekerjaan ini mirip seperti gua Aladin. Sementara, di saat bersamaan, ada 10 aktris dengan 4.000 film dewasa yang dirilis setiap bulannya,” kata dia.

Jepang, ujarnya, kekurangan aktor film dewasa. Oleh sebab itu, melalui akun Twitternya, dia mendorong agar para pria tidak ragu mencoba mengikuti jejak kariernya. Cuitan Shimiken ini telah diretweet hampir 3.000 kali dan di forum terbesar di Jepang, menjadi topik perbincangan yang hangat.

Namun, sebagian besar komentar berisi keengganan untuk mengisi celah pasar aktor porno. Ketidakseimbangan jumlah aktris dan aktor film dewasa, malah menunjukkan ketimpangan kontras dalam hal jumlah pekerja secara umum di Jepang. Sebab, biasanya jumlah pekerja pria lebih banyak dibandingkan wanita.

Sponsored Ad

Related Posts