Jalan Sinopsis Jodha Akbar Episode 220

views 7015 Kali dilihat
Jalan Sinopsis Jodha Akbar Episode 220by Eka Saputraon.Jalan Sinopsis Jodha Akbar Episode 220EKAWEB.ID — Sinopsis Jodha Akbar Episode 220 Lengkap Bahasa Indonesia, Jalal telah di obati oleh tabib menggunakan ramuan dari Jodha. Tabib memberitahu pengawal agar membiarkan jalal istirahat dulu malam ini, besok dia akan pulih. Lalu tabib berpamitan. Jodha masih mengintip Jalal dari luar, setelah yakin Jalal aman, dia kembali kepondoknya. Jodha dalam perjalanan dari pondok Jalal ketika […]

EKAWEB.ID — Sinopsis Jodha Akbar Episode 220 Lengkap Bahasa Indonesia, Jalal telah di obati oleh tabib menggunakan ramuan dari Jodha. Tabib memberitahu pengawal agar membiarkan jalal istirahat dulu malam ini, besok dia akan pulih. Lalu tabib berpamitan. Jodha masih mengintip Jalal dari luar, setelah yakin Jalal aman, dia kembali kepondoknya.

Jodha dalam perjalanan dari pondok Jalal ketika seorang wanita menegurnya. Dia bertanya, ‘kau dari mana? ~Shehnaz melihat Jodha dan menguping pembicaraanya~ “bagian sana adalah untuk pria.” Jodha terlihat gugup. “aku… ~wanita itu menunggu jawaban Jodha dengan rasa ingin tahu, Jodha menarik nafas panjang~ aku… pria yang selamatkan kami terluka parah. Aku pergi untuk berikan obat untuk dia. Kalau dia gunakan obat itu, dia akan cepat sembuh.” Wanita itu berkata kalau itu bagus, “kenapa kau tidak beritahu kami lebih awal? kalau kau juga tahu tentang pengobatan? Dia pria pemberani. Aku sudah dengar semuanya. Dia jelaskan betapa pentingnya cinta itu bagi seseorang. Memberitahu semua orang kalau wanita harus di hormati. Dia sepertinya pria yang baik. Istrinya pasti sangat beruntung. Dia sangat menghormati wanita. Aku yakin wanita di keluarganya pasti aman dan bahagia.” Jodha tersenyum mendengar ulasan wanita itu tapi dalam hati dia berkata, “aku tak tahu sebesar apa dia mencintaiku, aku tak pernah merasakan cinta nya terhadapku.”

Jalan Sinopsis Jodha Akbar Episode 220

Seorang juru masak lewat didepan mereka, wanita itu menyapanya dan bertanya apakah dia sudah masak untuk para tamu? “Pria pemberani itu dan rombongannya akan menginap selama 4-5 hari. Jadi masaklah sesuatu yang sesuai denga selera mereka.” Jodha punya ide, dia berkata, “kalau kau tidak keberatan, boleh aku membantu menyiapkan makanannya?” Wanita itu tertawa senang, “kenapa tidak? Tentu saja.” Lalu dia menyuruh juru masak mengajak Jodha. Entah mengapa Shehnaz menarik nafas lega.

Di dapur umum, para wanita sedaang sibuk memasak. Jodha mendekati salah satu wanita yang membuat roti dan membantunya. Jodha teringat saat melakukan perjalanan ke sikri dengan Jalal, saat dia membuatkan roti yang sama untuknya. Jodha tersenyum. Tapi kemudian senyumnya lenyap ketika dia teringat bagaimana Jalal telah membebaskan dirinya dari pernikahan mereka dan mengusirnya dari Agra. Jodha melihat seorang jurumasak menambahkan cabe ke dalam masakan. Timbul niat iseng di benak jodha, dia mendekati juru masak itu dan memintanya agar menambahkan cabe lebih banyak lagi, karena orang-orang itu suka masakan pedas. Juru masak bertanya dari mana dia tahu? Untuk sesaat Jodha tak bisa menjawab, tapi kemudian dengan lancar dia berkata kalau dia mendengar bahwa pria pemberani itu suka makanan pedas. Dan akhirnya juru masak pun menambahkan cabe lebih ke dalam masakan yang akan di berikan pada Jalal vlcsnap-2014-10-27-18h41m42s209dan rombongannya. Jodha kembali membantu membuat roti tapi pikirannya menerawang kemana-mana. Dalam hati dia berkata, “kehadiran kaisar membuat ketetapan hatiku melemah. Aku tak bisa tetap di sini selama dia ada di sini. Dia menginap di asilum sekarang. Besok ritual holi akan di rayakan di kuil krisna. Aku akan pergi dari sini setelahnya.” Jodha kembali mengintip jalal di kamarnya. Jalal sedang berbaring dengan mata nanar. Jodha menangis melihatnya. Dia ingat bagaimana Jalal telah menolong mereka hingga pelipisnya berdarah dan darah itu mewarnai kening Jodha seperti sindor. Jodha juga teringat saat mereka bertarung pedang ketika pertama kali dia berlatih pedang di agra. Lalu terbayang kembali bagaimana jalal mengusirnya, lalu saat mereka berdua melakukan pheras saat menikah dulu. Kenangan manis dan pahit berputar di benak Jodha. Dia terus menatap Jalal yang terbaring. Lalu menyeka air mata yang menetes di pipinya. Andai saja jalal punya kekuatan untuk melihat keluar, dia pasti akan menemukan Jodha berdiri mengawasinya (ngarep).

Sinopsis Jodha Akbar episode 220 bag 1. Di Agra, Adham memanggil komplotanya. Dia memberitahu mereka kalau Jalal tidak di agra. Dia sedang pergi tak tentu arah untuk mencari istrinya. Ini kesempatan untuk membunuh atgah dan orang-orang yang setia pda Jalal. Sabbudin menyuruh Adham menuruti saran maham mengenai hal ini. Dia menyuruh adham menjauh dari atgah, karena dia tidak akan mendapatkan apapun. Adham tidak terima. Sabbudin mengatakan kalau perasaanya tujuan Adham adalah merebut tahta Agra dan membunuh pelayan biasa bukanlah tujuannya, “mereka yang ingin berburu macan, tidak boleh teralihkan oleh kelinci. Kalau tidak macannya akan kabur. ” dan lagi menurut sabbudin Atgah hanya pelayan, kalau Adham menjadi kaisar, dia juga akan melayaninya. Adham setuju. Dia akan berusaha bagaimanapun caranya agar Jalal tidak akan kembali ke Agra hidup-hidup.

Di tempat lain, Abul mali juga memiliki rasa galau yang sama. hasratnya untuk membunuh Jalal belum kesampaian karena sampai saat ini dia dan anak buahnya belum bisa menemukan Jalal. Tempat di mana mereka hendak menghadang Jalal da membunuhnya, ternyata jalal tidak lewat di situ. Anak buah mali mengatakan kalau terakhir amereka mendengar kabar kalau Jalal ada di Mathura. Tapi mereka tidak bisa menemukannya. Mereka rasa Jalal pasti sedang menyamar. Mali senang mendengarnya. Karena akan lebih mudah membunuh Jalal kalau dia sedang menyamar karena pengawalannya tidak ketat. Mali bertekat akan menemukan Jalal dan membunuhnya atau menguburnya hidup-hidup.

Di Agra, Maham memberitahu Hamida kalau Farhad Khan mengirim surat. Dalam surat itu di katakan kalau Jodha tidak ada di Amer. Jadi Jalal dan para pengawal akan mencari dan menemukannya dan tidak akan kembali ke Agra sampai mereka menemukan Jodha. Ruq protes, apakah Jalal akan terus mencari seumur hidupnya kalau tidak bertemu Jodha, “kalau dia meninggalkan agra tapi tidak kembali ke Amer, lalu dia pergi kemana? Aku hanya mencemaskan Jalal. Dia dalam perjalanan panjang. Aku ingin tahu keadaan dia. Ya Allah, ampunilah dia.” Hamida yang merasa terganggu dengan kata-kata Ruq menyahut cepat, “kenapa dia harus di ampuni? Jalal berdosa karena meragukan Jodha. Dia harus menerima hukumannya. Jalal harus membawa Jodha kembali.” Maham yang pandai membaca situasi mendukung Hamida, “Yang mulia ratu benar. Tapi boleh aku mengatakan sesuatu? Maaf karena aku mengatakan ini. Tapi aku takut musuh kita akan memanfaatkan kesempatan dalam situasi seperti ini. Kaisar bisa jadi berada di luar wilayah mughal. Ada banyak masalah yang harus segera di perhatikan kaisar.” Ruq berkata, “betul. Aku sependapat dengan maham. Sampai kapan kaisar akan buang-buang waktu untuk mencari Jodha? Jodha pergi dengan sendirinya, kenapa kaisar harus mencari dia?” Salima membantah Ruqaiya, “tidak Ruqaiya. Yang mulia yang menyuruh Jodha meninggalkan Agra. Itu alasannya Jodha meninggalkan Agra.” Ruq masih tidak terima, “kalau begitu kenapa dia tidak berada di Amer? Dia pergi kemana? Tidak ada Rajput yang mau menampung dia. Bagaimana kalau dia tak bisa menahan rasa malu lalu bunuh diri?” hamida sangat marah mendengar kata-kata Ruq, “Cukup, Ruqaiya! kau adalah wanita Mughal. Bagaimana kau bisa berpikir seperti itu? bagaimana kau bisa berpikir begitu tentang Jodha? ~Ruq tertunduk~ Jodha bukanlah wanita lemah atau pengecut. Dia tidak akan bertindak sejauh itu! Aku yakin dia ada di suatu tempat di mana tak ada yang bisa menemukan dia. Tapi aku yakin kalau Jalal akan temukan dia tak peduli dimana dia berada.” Ruq merasa kesal karena hamida membela Jodha tapi tidak menunjukannya, karena itu dia berkata,”aku permisi dulu. Sudah waktunya aku tidur. Selamat malam.” Maham juga minta diri kalau Hamida tidak keberatan. Hamida mengangguk. Maham menyerahkan surat Farhad pada hamida dan mengucapkan selamat malam. Salima menenangkan Hamida dengan berkata, “jangan hilang harapan, ibu. Aku yakin kaisar akan menemukan Jodha. kau hanya perlu terus berharap. Saat tergelap adalah sebelum petang. Dan pagi hari selalu muncul setelah malam. Insya allah, yang mulia dan Jodha akan kembali dengan selamat. jangan hilang harapan.” Hamida mengamini kata-kata Salima.

Sinopsis Jodha Akbar episode 220 bag 1. Keesokan harinya di Asilum, jalal sudah terlihat baikan. Meski memar-memar di tubuhnya masih kelihatan. Todar mal menemui jalal mengucapkan salam dan memberikan air minum yang di bawanya pada Jalal. Jalal menerima gelas itu dan meminum isinya. Todar Mal berkata, “Kau sudah siap untuk pergi. Meski kurasa kau masih harus istirahat. Kau butuh istirahat.” Jalal berkata kalau sekarang yang lebih penting adalah menemukan Jodha, “aku tak bisa tenang sampai kutemukan dia.” Todar Mal memberitahu jalal kalau hari ini ada perayaan holi di halaman kuil krisna, semua pengikut krisna di mathura pasti akan kesana, “aku yakin istrimu akan menghadiri perayaan itu.” Mendengar itu, jalal terlihat antusias, “kalau begitu, kita jangan buang waktu dan cepat kesana. Terima kasih Todar Mal. kau sangat membantuku.” Todar mal dengan rendah hati mengatakan kalau dirinya hanya perantara. Sebenarnya dewa yang menolong semua orang. Dan mereka yang memahami pentingnya cinta sejati, akan langsung memahami kesedihan jalal. Todar Mal mengajak Jalal segera pergi ke kuil krisna.

Di Asilum, pendeta menemui Todar mal dan mengucapkan terima kasih karena Todar telah memberi kesempatan pada mereka semua untuk bermain holi dengan megah. Todar mal berkata kalau dirinya hanyalah perantara, mereka semua yang tinggal di pertapaan inilah pemiliknya dan menjadikan asilum layak huni. Todar Mal mendoakan semoga perayaan Holi menjadi semarak untuk pendeta dan yang merayakannya. Pendeta tertawa. Todar mal juga berpesan agar jangan menganggap tempat ini sebagai pertapaan, tapi sebagai sebuah keluarga besar, “rayakan Holi dengan suka cita sehingga semua orang akan mengingatnya. oh ya, jangan lupa untuk berkumpul di kuil krisna, tidak semua orang bisa merayakan holi di sana.”

Shehnaz berteriak-teriak mengajak orang-orang bermain Holi tapi tak ada yang mau bermain dengannya. Setiap kelompok orang yang sedang bermain holi didekati Shehnaz, mereka pasti akan melarikan diri. Akhirnya dengan kesal dia mewarnai dirinya sendiri. Beberapa wanita yang melihat Shehnaz mewarnai dirinya sendiri datang mendekat. Seorang wanita memujinya , ” bagus, shehnaz. Sekarang kau terlihat cantik. ~ Shehnaz sangat senang. tapi teman si wanita nyeletuk, “ya persis seperti monyet.” Shehnaz marah, mereka semua lari meninggalkannya.

vlcsnap-2014-10-27-18h44m50s42vlcsnap-2014-10-27-18h45m22s103Jodha sedang berjalan seorang diri. Beberapa orang menawari untuk mewarnainya, tapi Jodha menolak. Jodha melihat shehnaz sedang duduk sambil mewarnai diri sendiri. Dia mendekat dan bertanya, “kau sedang apa?” Shehnaz sangat senang melihat Jodha. Dia berdiri di depan Jodha dan berkata, “aku mengoleskan holi ketubuhku sendiri.” Jodha dengan heran bertanya, “kenapa?” Dengan simple Shehnaz menjawab, “aku tidak mau orang lain mengoleskan warna di diriku. Aku mau oleskan warna di hidupku sendiri. tapi kenapa dengan dirimu? Siapa yang menghilangkan semua warna dalam hidupmu? kenapa kau tidak bermain holi?” Jodha tidak menyahut. Shehnaz mengambil segenggam holi mengoleskannya di pipi Jodha sambil mengucapkan selamat Holi. Jodha kaget, tapi tidak mengatakan apa-apa. Dia biarkan Shehnaz mewarnai wajahnya. Shehnaz mengajaknya bermain holi. Jodha menyentuh pipinya, melihat warna di tangannya, untuk sejenak dia tersenyum dan balik mengoleskan warna ke wajah Shehnaz sambil mengucapkan selamat merayakan holi. Keduanya lalu berpelukan. Shehnaz mengajak jodha pergi ke kuil krisna untuk bermain holi. Jodha tidak menyahut. Shehnaz merayunya. Akhirnya Jodha setuju. shehnaz dengan senang hati berkata, “aku yakin kau takkan merindukan keluargamu disana dan juga suamimu.” Mendengar kata suami, mata Jodha langsung berkaca-kaca. Shehnaz meminta Jodha agar jangan menangis, “lihat, aku sudah mengoleskan warna yang indah di tubuhmu. ini bisa cepat di cuci. jangan menangis.” Jodha tersenyum mendengarnya. Para wanita penting Asilum melihat Jodha dan shehnaz bersama-sama terlihat senang. Salah satu wanita berkata, “lakshmi selalu sedih, tapi shehnaz menemaninya. Mereka berdua sangat senang bersama-sama.”

Sinopsis Jodha Akbar episode 220 bag 1. Jodha dan Shehnaz pergi ke kuil Krisna. Disana sangat ramai orang. Tua-muda semua bermain Holi. Jodha dan Shehnaz memasang tilak di patung rada-krisna. jalal dan rombongan muncul. jalal menyuruh rombongannya menyebar agar lebih mudah menemukan Jodha. Shehnaz berlari kesana kemari, Jodha memanggilnya, tapi shehnaz tidak mendengarkan. Jodha mengejar shehnaz. Tapi shehnaz sudah hilang dalam keramaian. Jodha mencarinya. Jalal berada tak jauh dari Jodha, dengan mata menatap sekeliling, tapi tidak melihat kearah Jodha. Mereka begitu amat dekat, tapi tidak juga saling melihat.
Jodha letih mencari Shehnaz. Dia berhenti sebentar. Tiba-tiba shehnaz muncul dan mengagetkan Jodha. Shehnaz tertawa, “kenapa? Semua orang bermain holi. Kenapa kau takut?” Shehnaz mengoleskan holi ke pipi Jodha lagi. Jodha segera mengambil tepung holi dan mengejar shehnaz. Tapi shehnaz berlari menghindar terus sambil memohon agar Jodha tidak mewarnainya. Jodha tetap mengejarnya. Sambil berlari shehnaz berlata, ‘jangan! Tunggu! jangan taburi warna ke diriku. Tunggu, tunggu! Aku tak mau terlihat seperti monyet!” Jodha tertawa mengejeknya, “oh ho..sekarang giliranmu yang bikin alasan. Ini tidak adil.” Jodha melemparkan warna kearah shehnaz, tapi shehnaz menghindar. Dan warna itu mengenai wajah jalal yang saat itu sedang berjalan di belakang Shehnaz. Melihat itu Jodha meminta maaf, “maafkan aku. Aku tidak sengaja melempar sari warna kearahmu. Aku ingin melempar dia.” jalal sepertinya mengenali suara Jodha, dalam hati dia berkata, “ratu Jodha, kau..” Jalal segera mengucek-ngucek matanya yang terkena sari warna. Tapi begitu dia membuka mata, Jodha sudah tidak ada. Jalal tertegun. Dia yakin tadi itu suara Jodha, “dia di sini. Aku bisa mengenali suaranya. Dimana dia?” Jalal segera berkeliling dengan lebih intens lagi untuk mencari Jodha. Tapi Jodha seperti lenyap di telan bumi. Jalal berpapasan dengan Todar Mal. Todar Mal yang melihat jalal begitu gelisah bertanya, “kenapa yang mulia?” Jalal berkata kalau dia mendengar suara Jodha, “kau benar. Dia ada di sini, diperayaan ini. Tapi kemana dia pergi? kau benar kalau aku akan temukan ratu Jodha hari ini. Terima kasih.” Jalal meminta Todar mal mencarinya di sebelah sana, sedangkan dia akan mencari di sisi yang lain. Jalal terus melakukan pencarian. Dalam hati dia berkata, “aku tahu kau ada di sini, Jodha. Aku bisa mengenali suaramu, meski di tengah keramaian. ~ jalal terus berputar-putar mencari~ jodha, dimana kau? kau ada di sini. Kau pergi kemana?”

vlcsnap-2014-10-27-18h46m49s199vlcsnap-2014-10-27-18h47m14s199Jalal sangat gelisah. Dia hilir mudik tanpa arah. Todar mal yang melihat itu segera mendekatinya dan menyuruh jalal mengendalikan diri, “tenanglah. lukamu belum pulih.” Jalal menyahut, “Aku tak bisa menunggu, Todar Mal. Kalau aku tak temukan dia hari ini, aku akan kehilangan dia selamanya. kalau aku gagal temukan dia hari ini, aku tidak akan pernah bisa bertemu dia selamanya. Tolong tinggalkan aku sendiri.” Todar Mal mencoba menenangkan Jalal dengan berkata, “kau tak boleh menyerah, yang mulia. Dewa telah berikan kau kesempatan. Setidaknya kau melihat dia di sini. Dia akan bertemu kau. Itu sebabnya dia muncul di depanmu.” Jalal berhasil di tenangkan. Dia duduk di kursi yang ada di dekatnya. Todar Mal berdiri mengawasinya. Jalal berkata, “tapi apa alasan dia kabur dariku lagi? Akan kukatakan alasannya. Aku telah sangat melukai perasaannya sampai dia tidak mau bertemu aku lagi. Aku orang yang sangat jahat, Todar Mal. Dia selalu benar.” Todar Mal jongkok didepan jalal dan berkata, “kau sungguh mencintai dia. Kau pasti akan menemukan dia. Dan kalau dia terluka karena perkataanmu padanya, artinya dia juga mencintaimu.”
Pendeta Asilum datang menghampiri Todar Mal dan memberi salam. Todar mal membalas salamnya. Pendeta berkata, “sesuai keinginanmu, kami sudah berkumpul di kuil. Kami juga sudah berikan persembahan untuk para pendeta.” Todar mal mengangguk senang. Tiba-tiba pendeta ternampak jalal yang duduk didepannya, dia menyapa, “bukankah kau pria yang datang ke pertapaan kami beberpa hari lalu untuk mencari seorang wanita? Kau sudah temukan dia?” Jalal menggeleng dan berkata, “aku belum beruntung.” Pendeta bertanya bagaimana Jalal bisa terluka? Todar Mal memberitahu pendeta kalau semalam beberapa orang berusaha membunuh seorang janda dan Jalal menyelamatkan janda itu. Pendeta dengan rasa tak percaya berkata, “aneh sekali. Semua sifat wanita yang kauceritakan pada kami, mirip dengan sifat lakshmi yang tinggal di pertapaan kami. Dia juga membawa patung dewa krisna,” Jalal yang semula tidak tertarik menatap pendeta dan menunggu dia melanjutkan kata-katanya, “lalu aku diberitahu kalau saat kau menemui dia di pondoknya, dia tidak ada di sana, yang ada hanya shehnaz. ~Jalal semakin penasaran~ Aneh sekali, karena kau juga telah menyelamatkan Lakshmi dan shehnaz semalam bersama janda itu. Dia bahkan mengirim obat untukmu.” Jalal teringat kembali peristiwa semalam ketika dia menolong tiga wanita yang di lempar batu. Pada akhirnya yang dua pergi dan hanya tinggal satu. Pendeta melanjutkan kata-katanya dengan mengatakan kalau lakshmi adalah wanita yang hebat. Jalal berdiri menghampiri pendeta itu dan bertanya, “apa lakshmi yang mengirim obat itu?” Pendeta menjawab benar. jalal berkata kalau dirinya punya firasat yang kuat kalau Jodha yang mengirimkan obat itu untuknya. Todar Mal berkata, “kalau begitu, kau harus segera temui dia.” Jalal menolak, “tidak, Todar Mal. Dia tahu kalau aku disini, tapi dia tidak menampakan dirinya. Artinya dia tidak mau bertemu aku. Kalau aku salah langkah, aku bisa kehilangan dia selamanya. Aku butuh bantuan kalian.” Todar Mal dan pendeta setuju membantu dan meminta jalal mengatakan rencananya…
Sinopsis Jodha Akbar episode 220 bag 2 by Meysha Lestari. Jodha mengajak Shehnaz untuk kembali ke asilum karena waktu bermain sudah usai. Shehnaz tidak mau, dia masih ingin menikmati suasana di sini. Jodha berkata kalau shehnaz tidak mau pergi tidak apa, dia akan pergi sendiri. Shehnaz menahannya, “jangan. Aku tidak mau di tinggal sendirian disini. Aku ingin bersamamu.” Jodha berkata, dia mengerti karena itu dia mengajaknya pergi. Shehnaz setuju.

Jodha dan Shehnaz akan kembali ke asilum (suaka/pertapaan) ketika dia mendengar para wanita membicarakan tentang pria malang yang menolong janda. Jodha menguping pembicaraan mereka. Salah satu dari wanita itu mengatakan, “iya, kudengar dia meninggal. Lukanya terlalu parah.” Jodha terkejut dan mendekati mereka. Sekelompok laki-laki yang berkumpul juga mengatakan hal yang sama. Jodha mendekati mereka dan bertanya untuk memastikan, “permisi, siapa yang sedang kalian bicarakan?” Mereka mengatakan kalau sedang membicarakan tentang pria yang telah menolong seorang janda dan 2 wanita lainnya dari lemparan vlcsnap-2014-10-30-12h40m22s216batu semalam, pria itu sudah meninggal. Jodha benar-benar terperanjat, tubuhnya terasa lemas. Shehnaz juga terkejut, dia menutup mulutnya tak percaya. Shehnaz mendekati Jodha dan menyentuh tanganya. Jodha menyuruh Shehnaz menunggu, dia akan segera kembali. Jodha bergegas pergi, sambil berjalan bibirnya tak henti-henti mengatakan, “ini tidak mungkin. Ini tidak mungkin!” Jodha menghampiri kerumunan orang di mana di tengahnya tergeletak sesosok tubuh yang tertutup kain putih. Jodha mendekatinya dan berdiri menatap tubuh itu dengan perasaan campur aduk. Todar Mal melihat Jodha dan menatapnya dengan lega. Tapi perhatian Jodha terpusat pada sosok yang terbujur di depannya. Dengan air mata membasahi pipi, Jodha menatap sosok tubuh itu. Karena tidak melihat wajahnya, Jodha masih menyimpan harapan bahwa itu bukan Jalal. Tapi kemudian angin bertiup menyingkap kain putih yang menutupi wajah jalal. Jodha langsung down. Nyawanya seperti melayang. Tatapannya menjadi nanar, dia memanggil, “yang mulia…” Jalal yang terbaring mendengar panggilan Jodha, dalam hati Jalal berkata, “dia langsung kesini begitu mendengar berita kematianku. Aku tahu kau akan datang. kau sangat mencintaiku, bukan?” Jodha hampir jatuh pingsan, Jalal menangkap tubuhnya. Keduanya terduduk di tanah. Jodha perlahan mengangkat wajahnya menatap pria yang telah menyanggah tubuhnya. Dia terkejut dan lega saat melihat jalal ada didepannya. Tapi juga marah. Keduanya saling menatap. Jalal berkata, “aku tahu kau akan datang. Maafkan aku, ratu Jodha. Aku terpaksa pura-pura agar kau mau datang.” Jodha menepis tangan Jalal, dengan cepat dia berdiri, menatap Jalal dengan marah lalu berlari pergi. Jalal mengejarnya sambil memanggil, “ratu Jodha!” Pengawal Jalal bermaksud akan membantunya mengejar Jodha tapi Todar Mal menahannya. Todar meminta agar mereka tidak ikut campur dan membiarkan Jalal – Jodha mengatasi masalahnya sendiri.

Jalal mengejar Jodha sambil memanggil namanya. Jodha terus saja berlari. Berkali-kali bayangan Jalal yang marah dan mengusirnya dari agra terlintas lagi di benaknya. Jodha mengusap air matanya sambil. Di tepi sungai Yamuna, Jalal berhasil menangkap Jodha. Dia meraih tangan Jodha dan memintanya agar jangan lari lagi darinya. Jodha menatap Jalal dengan marah. Dia mendorong Jalal hingga terjatuh lalu berlari ke dalam sungai. Jalal melihat itu segera berdiri, dia teringat kata-katanya sendiri saat mengusir Jodha. Sementara itu, Jodha berjalan ketengah sungai, semakin lama semakin dalam. Jalal seperti bisa menduga apa yang akan di lakukan Jodha. Dia segera menceburkan diri ke sungai dan mendekati Jodha yang hampir sampai ketengah. Jalal berhasil meraih tangan. Jalal berkata, “ratu Jodha, apa yang kau lakukan? Kau tidak memikirkan siapapun sebelum melakukan ini? Kau tidak memikirkan orang tuamu, ibuku, Rahim, diriku. Ikutlah denganku!” Jalal menarik tangan Jodha agar mengikutinya ke tepi. Jodha melawan dan berusaha menepis tangan Jalal. Tapi apalah arti kekuatannya di bandingkan tenaga Jalal. Betapapun berusahanya dia memberontak, jalal tetap bisa menyeretnya keluar dari air.

Sampai di tepi sungai, Jalal menyentakkan tubuh Jodha hingga jatuh dalam pelukannya. Jalal berkata, “sadarlah!” Jodha menepis tangan Jalal. Jalal menatap Jodha dengan rasa sesal yang amat sangat. Dia berkata, “apa kau sangat marah padaku? Kau tak pernah sangat marah padaku meski saat kau membenciku. Kau masih akan hadapi aku. Hari ini kau ingin pergi menjauh dariku. Aku akui kalau aku melakukan kesalahan. Aku berbuat dosa karena salah paham. Tapi aku menyadari kesalahanku. Dan seperti kau bilang, kalau seseorang menyadari kesalahannya, dia harus di berikan kesempatan lagi. Aku hanya ingin satu kesempatan lagi. Aku sudah mencarimu selama berhari-hari. Aku hanya ingin minta maaf padamu. Aku hanya ingin membawamu kembali ke Agra. Kalau kau mau kau boleh membunuhku, ratu Jodha! Tapi kumohon jangan tinggalkan aku seorang diri, agar aku menderita sumur hidupku. Janganlah pergi dariku. Aku tak bisa hidup tanpamu meski hanya sebentar. Aku tahu kau peduli padaku. AKu tahu kalau kau mencintaiku. Itu alasannya kau bawakan obat itu untukku. Kau langsung menghampiriku begitu kau mendengar kematianku. Aku benarkan? Aku mohon, jawab aku, ratu Jodha! Jawab aku!”

vlcsnap-2014-10-30-12h42m22s120Jodha menatap mata Jalal dengan marah dan terluka, katanya, “kau bertanya padaku lagi? ~sesekali Jodha mendorong dada Jalal~ Benar! Aku peduli padamu! Benar! Aku merasa bersalah saat melihatmu sedih! Benar! Aku akan mematahkan gelang-gelangku dan tidak akan bisa menahan rasa sakit atas kematianmu! Dan mungkin aku akan bunuh diri karena kehilangan dirimu! Selama aku masih hidup, aku akan menjadi istrimu. Aku akan lakukan kewajibanku sebagai istrimu!” Jalal memegang tangan Jodha, “aku tahu, ratu Jodha! ~Jodha mengibaskan tangan Jalal dengan kasar~ Aku tahu aku berbuat salah. Tapi aku menyesali semua yang telah aku lakukan! Kau tidak tahu kalau di hari kau pergi, aku juga sangat tidak tenang. ~jalal menyembah Jodha~ Aku mohon pengampunanmu! Kembalilah bersamaku.”

Sinopsis Jodha Akbar episode 220 bag 2. Jodha menatap Jalal dan bertanya, “kenapa? Aku tak ingin kembali ke Agra, mengapa kau ingin membawaku bersamamu? Kau pikir kau bisa marah dan senang semaumu? Kau bisa mengusir dan menerimaku kembali sesukamu? Kau bahkan tidak peduli dengan harga diriku. Dan kau di sini untuk minta maaf?! Siapa aku? Apa pentingnya aku? Apakah aku tidak punya kehormatan dan harga diri? Apakah aku tidak punya perasaan? Apa aku tidak bisa sakit hati? Aku adalah Rajvanshi. Kami selalu memuja suami kami, memikirkan pria lain saja sudah dianggap dosa. Tapi kau menuduhku dan meragukan moralku. Aku lebih baik bunuh diri daripada seseorang menuduhku melakukan tindak asusila. Aku lebih baik bunuh diri sebelum pria lain menyentuhku, tapi kau..kau telah menyakiti harga diri dan kehormatanku, yang mulia. Kata-katamu masih terdengar di telingaku, tuduhanmu yang keji itu. Aku masih tidak percaya, pria yang melakukan sumpah pernikahan denganku bisa sekejam itu padaku. ~Jalal tertunduk~ Aku tidak percaya, kau janji akan selalu mendampingiku selamanya, mengapa bisa meninggalkan aku begitu saja? Apa kejahatanku? Kejahatanku adalah memikirkan untuk vlcsnap-2014-10-30-12h44m07s132menyelamatkan nyawamu! Aku tidak memberitahumu soal Sujamal karena aku sudah berjanji padanya. Saudara mempunyai ikatan yang suci. Kau juga tidak menghormati itu. Mengapa ini selalu terjadi? Mengapa wanita selalu mendapat hukuman? Mengapa dia selalu berkorban? Mengapa dia selalu menanggung semua perbuatan yang pria lakukan? Mengapa dia selalu memaafkan semua kesalahan pria? Kami wanita meningglkan seluruh keluarga kami, ibu, ayah dan saudara kami. Kami lakukan ini dengan ikhlas meski bertentangan dengan keinginan kami. Seorang wanita mengorbankan keinginannya demi ayahnya. Dia mengorbankan mimpinya demi suaminya. Dia meninggalkan tempat di mana dia tumbuh atas dasar kepercayaan dan pergi bersama suaminya. Dia meninggalkan keluarganya dan menerima keluarga suaminya bagaikan keluarganya sendiri. Tapi seorang suami bisa memutus hubungan denganya kapan saja, dia menolaknya. Seorang wanita bisa mengorbankan apapun. Tapi dia takkan mengorbankan harga dirinya. Wanita bisa mengemban berbagai penderitaan, tapi dia takkan biarkan seseorang meragukan moral dan harga dirinya. Wanita menjaga kehormatan selamanya, dan pria di ijinkan untuk menginjak kehormatannya kapanpun.”

Jalal menyahut, “aku tahu kau marah, ratu Jodha. Itulah sebabnya aku katakan kau boleh menghukumku, tapi setelah itu, maafkanlah aku. Kumohon kembalilah ke Agra bersamaku setelah itu.” Jodha menggeleng dan berkata, ‘tidak, yang mulia. Hukuman tidak akan cukup untuk kejahatan tertentu. Dan penebusan dosa tidak akan cukup bagi dosa tertentu. Aku tak ingin kembali ke Agra bersamamu. Maafkan aku. ~jodha meletakkan tanganya di depan dada, vlcsnap-2014-10-30-12h45m16s76memohon pada Jalal~ AKu tidak akan ikut denganmu. Aku senang, aku telah menyelamatkan kehormatan dan harga diriku. Dan jika kau peduli dengan kebahagiaanku, kau takkan mengikutiku. Butuh kekuatan bagiku untuk meninggalkan semuanya, kumohon jangan ikuti aku. Kumohon jangan membuat perjalananku semakin sulit.” Jodha tak tahu harus berkata apa lagi. Dengan berderai airmata dia meninggalkan Jalal yang menatapnya dengan rasa sesal dan kesedihan yang mendalam. Jalal melangkah mengikuti Jodha, tidak lagi mengejarnya.

Sharifudin mondar mandir dengan pisau di tangan. Dia menancapkan pisau itu di meja dan berkata dalam hati , “kenapa semua terjadi padaku? Yang mulia memiliki semua yang kuinginkan. Memiliki tahta Agra dan ratu Jodha. Kurasa Jodha bukan milik yang mulia dan bukan juga milikku. Dia dalah putri yang manja, aku tidak menyangka dia bisa bertahan selama ini. AKu yakin dia pasti sekarang sudah mati. Ya tuhan, kenapa engkau biarkan wanita cantik mati begitu cepat. Dia seharusnya bersamaku. Tapi aku berterima kasih padamu Ratu Jodha, kau membantuku meski dengan kematianmu. Yang Mulia hampir gila karena kehilanganmu. Ini kesempatan untuk merebut tahta. Sudah waktunya aku menaklukan Agra atau Delhi. Tapi aku akan merindukanmu ratu Jodha. Aku akan melupakanmu setelah aku menjadi Raja. Kau mungkin tak bisa jadi milikku, tapi aku akan menguasai kerajaan, Ratu Jodha!” Membayangkan itu Sharifudin tertawa terbahak-bahak.

Baz Bahadur menghasut Pratap Singh agar menyerang Jalal sekarang, karena ini kesempatan yang langka. Jalal sedang dalam posisi sangat lemah karena kehilangan istrinya. Tapi pratap menolak, karena itu bukan karakter rajvanshi menyerang musuhnya dengan diam-diam. Jika mau mereka bisa berhadapan dengannya di medan perang. Pratap mengatakan tidak ada alasan untuk menyerang jalal, dia sangat baik pada rakyatnya dan juga pada negara tetangga. Tapi pratap memang menentang rencana penyatuan India di bawah satu penguasa. Dan punya rencana sendiri untuk menghancurkan mughal. Dia yang akan menentukan kapan akan menentang jalal dan meminta Baz bahadur untuk tenang saja karena dia berada dalam perlindungannya.

Di Asilum, Jodha memasuki pondok, menutup pintunya rapat-rapat dan bersandar di sana sambil menangis. Jodha teringat perkataan Jalal tadi siang, ketika dia meminta maaf dan mengajaknya kembali ke Agra. Jodha berpikir, “aku sudah tidak bisa tinggal di sini.” Jodha mendekati patung krishna dan mengeluh dihadapannya, “engkaulah yang bertanggung jawab atas semuanya. Sebelumnya yang mulia menuduhku dan mengusirku dari Agra. Sekarang dia di sini untuk menerimaku kembali. Mengapa? Mengapa dia selalu dekat dan pergi dariku? mengapa? Mengapa aku sering mengalami cobaan yang berat, mengapa? Mengapa aku harus malu? Apakah aku belum cukup di permalukan? Bukankah aku selalu berdoa dengan tulus? Mengapa aku alami penderitaan ini? Mengapa kau selalu menempatkan aku pada situasi yang aneh? Mengapa? Mengapa? Mengapa engkau melakukan ini?” Jodha menangis di kaki kahna. Lalu dia terpikir, “aku harus pergi dari sini. Aku akan pergi dari sini.” Baru saja jodha akan berdiri, terdengar ketukkan di pintu. Jodha menjadi panik. Dia menyangka itu jalal. Jodha mencari jalan untuk keluar, tapi pondoknya tertutup rapat, bahkan jendelanya pun tidak dapat di buka. Jodha hanya bisa merapatkan tubuhnya di dinding. Lalu pintu terbuka dengan paksa. Di tengah pintu berdiri Raja Bharmal yang terlihat lega saat melihat Jodha. Jodha terlihat kaget saat melihat Bharmal tapi tidak dapat menyembunyikan kebahagiaanya. Jodha segera berlari memeluk Bharmal. Bharmal mendekap putri kesayangannya dengan erat dan mengelus kepalanya, “Jodha..anakku!” Jodha menangis di dada Bharmal. Melihat itu Bharmal menarik tubuh Jodha menjauhinya, memegang kedua bahunya dan menatap wajahnya sambil berkata, ‘kau gadis pemberani, kau tak boleh menangis, ~Jalal berdiri di luar pintu menatap pertemuan ayah dan anak itu dengan perasaan lega dan haru~ lihatlah, aku datang menjemputmu. Ayahmu ada di sini. Semuanya akan baik-baik saja.” Jalal sekali lagi hanya bisa menatap haru.

Sponsored Ad

Topik Populer:

Related Posts