Sinopsis Penobatan Salim Sebagai Pewaris Kerajaan Mughal

views 3134 Kali dilihat
Sinopsis Penobatan Salim Sebagai Pewaris Kerajaan Mughalby Eka Saputraon.Sinopsis Penobatan Salim Sebagai Pewaris Kerajaan MughalEKA.WEB.ID – Sinopsis Penobatan Salim Sebagai Pewaris Kerajaan Mughal. Cerita Ini ada di Jodha Akbar Antv Episode 368. Saat itu Sakina masih terus mengajak Anarkali untuk pergi ke kios Pangeran Salim namun Anarkali menolaknya hingga Pangeran Salim datang menemui Anarkali dan Sakina. Pangeran Salim lagi-lagi keduanya kembali berdebat bahkan Pangeran Salim mengejek nama Anarkali ketika […]

EKA.WEB.ID – Sinopsis Penobatan Salim Sebagai Pewaris Kerajaan Mughal. Cerita Ini ada di Jodha Akbar Antv Episode 368. Saat itu Sakina masih terus mengajak Anarkali untuk pergi ke kios Pangeran Salim namun Anarkali menolaknya hingga Pangeran Salim datang menemui Anarkali dan Sakina. Pangeran Salim lagi-lagi keduanya kembali berdebat bahkan Pangeran Salim mengejek nama Anarkali ketika ia menyebutkan jika namanya adalah Nadira padahal nama tersebut adalah nama yang diberikan oleh Jalal. Karena semakin merasa kesal dengan Pangeran Salim akhirnya Anarkali (Nadira) pun pergi ke kios Mehtab dan berusaha untuk ikut memanah buah yang ada di kios Mehtab. Namun Pangeran Salim mengikuti Anarkali berniat untuk membantu Anarkali memanah hingga Pangeran Salim berhasil memanah sasarannya dan Mehtab memberikan sebuah pena pada Pangeran Salim yang kemudian diberikan oleh Anarkali. Namun saat Pangeran Salim akan kembali ke kiosnya Anarkali justru mengembalikan pena tersebut pada Pangeran Salim.

http://informasidiary.blogspot.com/2015/04/sinopsis-penobatan-salim-sebagai-pewaris-kerajaan-mughal.html
Pangeran Salim akhirnya kembali ke kiosnya dan mengatakan pada Jodha jika ia kembali bertemu dengan Anarkali, anak perempuan yang selalu membuatnya kesal. Tiba-tiba Zil Bahar bersama Anarkali datang ke kios Pangeran Salim. Pangeran Salim yang melihat Anarkali langsung kembali akan berdebat dengannya namun Zil Bahar langsung meminta Anarkali untuk membeli pot yang ada di kios Pangeran Salim dengan berat hati akhirnya Anarkali pun membelinya, tetapi seketika ada sesorang yang mengatakan barang siapa yang membeli di kios Pangeran Salim akan mendapat ciuman darinya dengan terpaksa Anarkali pun mengulurkan tangannya untuk mendapat ciuman dari Pangeran Salim namun saat itu justru Pangeran Salim menggigit tangan Anarkali (Nadira) yang membuat semua terkejut namun kemudian tersenyum melihat kelakuakn mereka, Anarkali sendiri merasa kesal pada Pangeran Salim.

Ruqaiya masih sedikit kecewa saat rahim memberikan penanya pada Jodha dan bukan pada Ruqaiya. Hingga saat di kamar Ruqaiya sedang menikmati ganja sambil bergumam jika ia akan membuat Pangeran Salim pun suka dengan ganja dan akan menjauhkannya dari Jodha. Disisi lain Pangeran Salim berada di kamar Jodha dan Jalal datang sambil meminta Pengeran Salim untuk segera tidur karena ia akan datang ke pengadilan kerajaan Mughal setelah itu Jalal pun pergi. Pangeran Salim mulai takut karena Jalal memintanya untuk datang ke pengadilan kerajaan Mughal namun Jodha berusaha menenangkan Pangeran Salim yang terlihat khawatir padahal di satu sisi Jodha sendiri heran karena Jalal meminta Pangeran Salim datang ke pengadilan kerajaan Mughal.

Di pengadilan kerajaan Mughal semua Pangeran datang ke sana termasuk Pangeran Salim. Pangeran Salim masuk ke ruang pengadilan kerajaan dengan rasa takut bahkan ia selalu bersembunyi dibelakang Jodha namun Jalal memanggilnya dan memintanya duduk di samping Jalal. Meski dengan perasaan takut akhirnya Pangeran Salim mendekati Jalal hingga Jalal pun akhirnya mengumumkan sesuatu dan menjelaskan pada Pangeran Salim jika nantinya kelak ia akan menggantikan Jalal sebagai seorang Raja dan akan memimpin semua rakyatnya. Kemudian datang seorang pelayan yang membawa nampan saat Jalal membukanya ternyata itu adalah mahkota dan pedang. Jalal lalu mengambil mahkota itu dan memakaikan mahkota tersebut di kepala Pangeran Salim sambil mengatakan jika mahkota itu penuh dengan tangung jawab. Kini Jalal pun telah memberikan semua tanggung jawab pada Rahim dan dan berharap jika Pangeran Salim bisa menjadi Raja yang baik dan memenuhi tugasnya dan ia bisa mengambil keuputusan tanpa kehadiran Jalal. Di tempat Ratu semua mengucapkan selamat pada Jodha termasuk Ruqaiya. Hamida merasa senang kemudian pergi mendekati Pangeran Salim lalu di ikuti oleh Ruqaiya dan Jodha mereka semua terharu hingga menitikkan air mata.

Related Posts